KENDARI – Tim Audit Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri resmi membuka audit implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) pada Objek Vital Nasional (Obvitnas) PT Antam (Persero) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Konawe Utara. Agenda strategis ini digelar di Hotel Claro Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (22/6/2026), guna memastikan keamanan salah satu aset strategis negara di sektor pertambangan nikel.
Ketua Tim Audit Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Kombes Pol Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa langkah ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 Pasal 14 huruf o. Regulasi tersebut memberikan kewenangan penuh kepada Polri untuk melindungi dan mengamankan Obvitnas yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan nasional.

“Proses pengamanan ini memiliki alur ketat, mulai dari bimbingan teknis (bintek), audit, klarifikasi, hingga sertifikasi. Pada bintek Desember 2025 lalu, UBPN Konawe Utara meraih nilai 86,04%, namun masih ada catatan 34 kriteria bernilai kuning dan 19 temuan lapangan. Selama tiga hari ke depan, kami akan melakukan verifikasi faktual melalui observasi lapangan dan pemeriksaan dokumen penunjang terhadap 5 elemen yang mencakup 118 kriteria SMP,” ujar Kombes Pol Hamam Wahyudi.
Di tempat yang sama, CSR & ER Sub Division Head PT Antam UBPN Konawe Utara, Fredy Utama, menyambut baik komitmen Polri. Ia menjelaskan bahwa sebagai unit pertambangan termuda di bawah naungan PT Antam yang berdiri sejak 5 Juli 2021, UBPN Konawe Utara terus berupaya memperkuat sistem keamanan internalnya sesuai standar regulasi yang berlaku.
“Audit ini bukan sekadar penilaian kepatuhan hukum yang kaku, melainkan komitmen nyata kami untuk menyempurnakan implementasi SMP di lapangan. Seluruh temuan dari hasil bintek sebelumnya telah kami tindak lanjuti, dan kami siap bersinergi dengan Tim Audit Polri untuk memastikan operasional pertambangan berjalan aman dan kondusif,” ungkap Fredy Utama.
Rangkaian acara pembukaan ini juga diisi dengan pemaparan hasil audit internal dan kondisi riil Sistem Manajemen Pengamanan saat ini oleh Asisten Manager Area 1 PT Antam UBPN Konawe Utara, Hari Setiawan.Tenggara
Langkah proaktif antara Korps Sabhara Baharkam Polri dan PT Antam (Persero) Tbk ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap investasi strategis negara, sekaligus memitigasi potensi gangguan keamanan di wilayah industri pertambangan nikel Sulawesi Tenggara.